===F
R A S A===
1.
Pengertian
Satuan gramatik yang terdiri atas dua kata
atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi tertentu di dalam kalimat.
Beberapa contoh frasa:
a. gedung sekolah itu
b. yang sedang membaca
c. pergi
d. sakit sekali
e. kemarin pagi
f.
di
halaman
Dari batasan di
atas dapat dikemukakan bahwa frasa mempuanyai dua sifat, yakni:
a.
frasa merupakan unsur gramatik yang terdiri atas
satu kata atau lebih.
b.
frasa merupakan satuan yang tidak melebihi batas
fungsi, maksudnya frasa selalu terdapat dalam satu fungsi tertentu, seperti
dalam S, P, O, PEL, atau K.
Apabila frasa
itu terdiri atas dua kata, misalnya frasa sakit
sekali, kemarin pagi, dan di halaman
di atas dengan mudah dapat ditentukan bahwa kedua kata itu merupakan unsurnya.
Akan tetapi, bila frasa itu terdiri atas tiga kata atau lebih, untuk dapat
menentukan unsurnya harus diperhatikan adanya prinsip hirarki dalam bahasa,
misalnnya frasa gedung sekolah itu
yang terdiri atas tiga kata, ialah gedung,
sekolah, dan itu. Kata itu
mungkin berkaitan dengan kata gedung, sehingga frasa itu terdri dari dua unsur,
yakni frase gedung sekolah dan kata itu, dan mungkin juga kata itu berkaitan
dengan kata sekolah, sehingga frasa gedung sekolah itu terdiri atas dua unsur,
yakni kata gedung dan frasa sekolah itu. Jadi diagramnya mungkin:

Demikian juga frasa yang sedang membaca, yang terdiri atas tiga kata, yakni kata yang, sedang, dan membaca, terdiri atas dua unsur, yakni frasa yang terdiri atas satu
kata dan frasa sedang membaca yang terdiri atas dua kata. Jadi diagramnya
sebagai berikut:

Dari uraian
tersebut dapat dikemukakan bahwa unsur frasa mungkin berupa frasa yang terdiri
atas satu kata, dan mungkin pula frasa yang terdiri dua kata atau lebih. Frasa baju baru dan frasa anak itu unsurnya berupa frasa yang
terdiri atas dua kata semua, yakni baju
baru dan anak itu. Selanjutnya
frasa baju baru terdiri atas unsur
yang berupa kata, ialah kata baju dan
baru, dan frasa anak itu terdiri atas dua unsur yang berupa kata juga, ialah kata anak dan itu. Diagramnya sebagai berikut:

Satuan
kebahasaan seperti rumah sakit, kolam
renang, dan lomba tari termasuk
satuan frasa yang terdiri atas satu kata, yaitu kata majemuk, mengingat
satuan-satuan itu memiliki ciri sebagai kata majemuk, ialah:
a. salah satu
atau semua unsurnya berupa pokok kata.
b.
unsur-unsurnya tidak mungkin dipisahkan atau tidak mungkin diubah strukturnya.
Satuan rumah sakit terdiri atas dua
unsur yang berupa kata, ialah kata rumah
dan sakit. Namun, berdasarkan ciri
bahwa unsur-unsurnya tidak mungkin dipisahkan, atau tidak mungkin diubah
strukturnya, satuan itu adalah kata majemuk.
Demikian pula
satuan kolam renang dan lomba tari. Berdasarkan ciri bahwa salah
satu atau semua unsurnya berupa pokok kata, kedua satuan itu adalah kata
majemuk. Kolam renang terdiri atas
unsur kolam yang berupa inti dan
unsur renang yang bukan inti atau atribut.
Begitu pula, satuan lomba tari
terdiri atas unsur yang berupa inti dan atribut. Satuan bukumu, bukuku, dan bukunya
yang terdiri atas unsur yang berupa kata, ialah kata buku dan unsur yang berupa klitika, ialah mu, ku, dan nya termasuk satuan frasa karena klitika
masih mempunyai sifat bebas seperti halnya kata. Lagipula satuan-satuan
tersebut tidak merupakan kata majemuk. Hal itu dapat dibuktikan bahwa di
samping bukumu, bukuku, dan bukunya
terdapat buku barunya, buku matematikamu, buku matematikaku, dan seterusnya.
Berdasarkan persamaan distribusi dengan
golongan atau kategori kata yang menjadi intinya, frasa dapat digolongkan
menjadi lima golongan, yaitu frasa
nomina, frasa verba, frasa ajektiva, frasa numeralia, dan frasa preposisional.
a. Frasa Nomina
Frasa nomina ialah frasa yang memiliki inti berupa nomina atau kata
benda. Inti frasa itu dapat diketahui dengan jelas pada jajaran kalimat:
(45) Ia membeli baju baru
(46) Ia membeli baju. Frasa baju baru dalam kalimat di atas mempunyai
inti yang berupa nomina, yaitu baju. Kata baju termasuk nomina, karena itu
frasa baju baru termasuk golongan frasa nomina. Contoh lain:
(47) gedung sekolah
(48) guru yang bijaksana
(49) kapal terbang itu
(50) yang akan pergi Frasa
(50) yang akan pergi termasuk golongan frasa nomina karena frasa itu
mempunyai persamaan distribusi dengan nomina:
(51) yang akan pergi kakaknya (52) ia kakaknya (53) orang itu kakaknya
Dari jajaran frasa di atas dkatehui bahwa frasa yang akan pergi mempunyai
distribusi yang sama dengan ia, dan juga dengan orang itu.
b. Frasa Verba
Frasa verba adalah frasa yang mempunyai inti berupa verba. Hal itu dengan
jelas dapat dilihat pada jajaran: (54) dua orang mahasiswa sedang membaca buku
baru di perpustakaan (55) dua orang mahasiswa - membaca buku baru di perpustakaan
Frasa sedang membca dalam klausa di tas mempunyai inti berupa verba, yaitu
membaca. Frasa membaca termasuk golongan frasa verba. Oleh karena itu, frasa
sedang membaca termasuk golongan frasa verba. Contoh lain: (56) akan pergi (57)
sudah datang (58) sering lari Frasa akan pergi terdiri atas unsur akan dan
pergi. Kata akan termasuk golongan unsur tambahan (T), sedangkan kata pergi
termasuk golongan verba. Jadi secara kategorial frasa tersebut terdiri atas T
sebagai Atr diikuti verba sebagai UP. Contoh lain: (59) sudah dewasa (60)
sering sakit (61) dapat lulus
c. Frasa
Numeralia
d. Frasa
numeralia adalah frasa yang mempunyai inti berupa numeralia sebagai UP,
misalnya frasa dua buah dalam dua buah rumah yang mempunyai unsur inti dua
sebagai numeralia dan buah sebagai atribut. (62) dua buah rumah (63) dua rumah
Kata dua termasuk golongan numeralia. Oleh karena itu, frasa dua buah termasuk
golongan frasa numeralia. Contoh lain: (64) tiga ekor ayam (65) lima botol
minyak (66) sepuluh helai sarung Kata tiga, lima, sepuluh dalam frasa-frasa di
atas termasuk golongan numeralia, sedangkan kata ekor, botol, helai disebut
atribut.
e. Frasa
Keterangan Frasa keterangan adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama
dengan kata keterangan, ialah kata yang mempunyai kecenderungan menduduki
fungsi K dalam klausa. Jumlah frasa keterangan tidak banyak karena jumlah kata
keterangan juga amat terbatas. Hasil pengamatan terhadap bahasa Indonesia hanya
diperoleh enam kata keterangan, yakni kemarin, tadi, nanti, besok, lusa, dan
sekarang. Contoh frasa keterangan adalah: (67) kemarin pagi/ siang/ sore/ malam
(68) tadi malam/ pagi/ sore/ siang (69) tadi malam/ pagi/ siang/ sore
f.
Frasa Preposisiona
Frasa preposisiona adalah frasa yang diawali oleh preposisi sebagai
penanda dan diikuti oleh kata/frasa kategori nomina, verba, numeralia, atau Ket
sebagai petanda atau aksisnya. Contoh: (70) di sebuah rumah (71) dengan sangat
tenang (72) dari lima nomor (73) sejak tadi pagi (74) di Provinsi Gorontalo
Frasa di sebuah rumah terdiri atas preposisi di sebagai penanda, diikuti frasa
nomina sebagai petanda; frasa dengan sangat tenang terdiri atas atas preposisi
dengan sebagai penanda diikuti frasa ajektiva sebagai petanda. Preposisi
menandai berbagai hubungan makna. Dalam frasa di sebuah rumah preposisi di
menandai hubungan makna keberadaan di suatu tempat; dalam frasa dengan sangat
tenang preposisi dengan menandai hubungan makna cara
g. Frasa
Adjektiva Frasa adjektiva adalah frasa yang mempunyai inti berupa adjektiva
sebagai UP, misalnya frasa sangat bahagia yang mempunyai unsur inti bahagia
sebagai adjektiva dan sangat sebagai atribut. Contoh: sangat panas, ramah
sekali, sangat ceria, sangat senang. Kata panas, ramah, dan senang dalam
frasa-frasa tersebut termasuk golongan adjektiva, sedangkan kata sangat dan
sekali disebut atribut.
SUMBER:
Supriyadi. (2014). Sintaksis
Bahasa Indonesia. Gorontalo: UNG Press
Komentar
Posting Komentar